Kecepatan baca subtitle, dalam karakter per detik
Diperbarui 24 Oktober 2026
Sebuah subtitle bisa saja waktunya pas sekali dengan suara tapi tetap gagal: kalau isinya terlalu banyak kata untuk waktu tampilnya di layar, penonton tidak sempat selesai membacanya sebelum hilang. Mereka melewatkan akhir kalimat, atau sibuk membaca sampai melewatkan gambarnya.
Pembuat subtitle mengukurnya dengan satu angka, karakter per detik (CPS). Panduan ini menjelaskan cara menghitungnya, batas yang dipakai pedoman profesional, dan cara memperbaiki baris yang lewat terlalu cepat.
Cara menghitung karakter per detik
Ambil teks yang ditampilkan sebuah baris, hitung jumlah karakternya, lalu bagi dengan berapa detik baris itu tampil di layar:
CPS = karakter yang ditampilkan ÷ detik di layar
- Huruf, angka, spasi dan tanda baca ikut dihitung. Semuanya butuh waktu untuk dibaca, atau setidaknya untuk dilewati.
- Pindah baris tidak dihitung. Kalimat yang dibagi ke dua baris dibaca sama seperti satu baris.
- Tag format tidak dihitung.
<i>dan</i>tidak ditampilkan, jadi tidak dibaca.
Contohnya, Sudah kubilang, kereta terakhir pukul 12. berisi 41 karakter. Kalau tampil selama 2 detik, hasilnya 20,5 karakter per detik, terlalu cepat untuk sebagian besar penonton. Kalau tampil selama 2,5 detik, turun menjadi 16,4, di bawah batas 17 yang dipakai Netflix untuk bahasa Indonesia dan nyaman dibaca kebanyakan orang.
Buka ukuran penuh (tab baru)Seberapa cepat itu terlalu cepat?
Tidak ada satu aturan baku, tapi layanan streaming memublikasikan batas mereka, dan itu panduan yang bagus:
- Netflix, bahasa Inggris: maksimal 20 karakter per detik untuk program dewasa dan 17 untuk program anak, dengan maksimal 42 karakter per baris.
- Netflix, banyak bahasa lain: lebih rendah. Bahasa Rumania, Slowakia, Kroasia dan Indonesia, misalnya, memakai 17 untuk dewasa dan 13 untuk anak. Bahasa Korea 12 dan Mandarin 9, karena setiap karakternya membawa lebih banyak makna.
Setiap bahasa punya pedoman gayanya sendiri, dan pedoman untuk bahasamu adalah acuan utamanya. Untuk subtitle bahasa Indonesia, artinya kalau ingin seketat Netflix, usahakan sekitar 17 karakter per detik atau kurang. Sebagai patokan umum untuk bahasa yang ditulis dengan alfabet Latin: di bawah sekitar 17 terasa nyaman, sekitar 20 adalah batas atas untuk dewasa, dan di atas itu makin banyak penonton yang tertinggal.
Baris yang teksnya sangat sedikit punya masalah sebaliknya: baris satu kata pun tetap butuh waktu untuk disadari. Pedoman juga menetapkan waktu tampil minimum, biasanya mendekati satu detik, walaupun jumlah katanya memungkinkan lebih singkat.
Kenapa baris jadi terlalu cepat
- Terjemahan. Kalimat yang sama sering lebih panjang dalam bahasa sasaran dibanding bahasa aslinya, termasuk saat diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, sementara ucapannya, dan berarti waktunya, tetap sama.
- Dialog cepat. Adegan bertengkar dan komedi menjejalkan banyak kata dalam beberapa detik. Menuliskan setiap kata membuat penonton tidak punya waktu untuk membacanya.
- Subtitle otomatis. Speech-to-text menuliskan semua yang diucapkan, termasuk pengulangan dan kata pengisi, dan mengatur waktu setiap baris hanya berdasarkan suara.
- Pengaturan ulang waktu. Menggeser atau meregangkan file, atau memotong akhir baris supaya tidak bertumpuk, bisa mengurangi waktu tampil teksnya.
Tiga cara memperbaiki baris yang terlalu cepat
1. Katakan dengan lebih sedikit kata. Inilah yang pertama dilakukan pembuat subtitle profesional. Buang kata pengisi (“ya”, “sih”, “maksudnya”), pengulangan dan nama yang sudah terlihat oleh penonton. Sudah kubilang, kereta terakhir pukul 12 menjadi Kereta terakhir pukul 12 (25 karakter, 12,5 per detik dalam 2 detik yang sama), dan tidak ada yang penting yang hilang.
2. Beri waktu lebih lama. Kalau ada jeda sebelum baris berikutnya, geser waktu selesainya lebih lambat. Subtitle boleh tampil sedikit lebih lama setelah ucapan berhenti; sebagian besar pedoman hanya meminta subtitle hilang sebelum baris berikutnya dimulai dan tidak melewati pergantian adegan. Memulai beberapa frame lebih awal juga membantu, asalkan baris tidak muncul sebelum pembicara membuka mulut.
3. Bagi jadi dua. Kalimat panjang yang diucapkan dalam waktu lama bisa dijadikan dua subtitle, masing-masing diatur sesuai separuh ucapannya. Setiap bagian jadi berisi lebih sedikit karakter dengan waktu per kata yang kurang lebih sama, dan pemisahnya jatuh di tempat pembicara berhenti sejenak.
Temukan semua baris yang terlalu cepat di sebuah file
Mengecek baris demi baris dengan kalkulator tidak masuk akal untuk film dengan seribu subtitle. Editor Subtitle melakukannya untukmu:
- Buka file .srt, .vtt, .ass, .sbv atau .sub kamu di sana.
- Setiap baris di atas 20 karakter per detik ditandai Terlalu cepat untuk dibaca, dan ringkasan menghitung jumlahnya.
- Centang Hanya baris yang bermasalah untuk menampilkan hanya baris-baris itu, beserta baris yang bertumpuk dengan baris berikutnya, tidak pernah tampil atau kosong.
- Persingkat teksnya atau geser waktu selesainya, dan tandanya langsung hilang begitu baris itu bisa dibaca. Buka videomu di sebelah file untuk mengecek setiap perubahan.
Editor ini memakai batas 20 per detik untuk program dewasa. Untuk konten anak, atau bahasa dengan batas lebih rendah seperti bahasa Indonesia di pedoman Netflix, usahakan jauh di bawahnya.
Kalau kamu belum pernah mengedit file subtitle sebelumnya, Cara mengedit file SRT menjelaskan formatnya dan kesalahan yang perlu dihindari. Kalau setiap baris hanya terlalu cepat atau telat, Geser Waktu Subtitle menggeser semuanya sekaligus, dan Pembersih Subtitle menghapus deskripsi suara seperti [pintu dibanting] yang menyita waktu baca di subtitle yang tidak dibuat untuk penonton tunarungu.